Sanctioning Kurikulum Prodi S1 Biosains Hewan
Surabaya, 11 Juni 2025 - Prodi S1 Biosains Hewan, Fakultas Ketahanan Pangan melaksanakan sanctioning kurikulum melalui zoom meeting pada pukul 09.00-11.00 WIB. Kegiatan sanctioning kurikulum ini dimoderatori oleh Adi Tiya Warman, S.Pt dan dibuka langsung oleh Prof. Isnawati selaku Wakil Dekan 1 Bidang Akademik Fakultas Ketahanan Pangan, Universitas Negeri Surabaya.
Prof. Ir. Tri Satya Mastuti Widi, S.Pt., M.P., M.Sc.,Ph.D., IPM., ASEAN Eng., atau yang biasa disapa Prof Widi dari UGM memberikan banyak penjelasan tentang kurikulum dan metode belajar sesuai kebutuhan global. Beliau mengatakan bahwa kurikulum pendidikan harus relevan dan selaras dengan kebutuhan pasar kerja. Ini berarti kurikulum perlu dirancang dengan mempertimbangkan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh industri dan dunia kerja, sehingga lulusan memiliki peluang kerja yang lebih baik dan harus direvisi setiap 5 tahun sekali.

Program Studi S1 Biosains Hewan menerapkan kurikulum berbasis Student Centered Learning (SCL) dan Outcome-Based Education (OBE) sebagai wujud komitmen kami dalam mencetak lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap menjawab tantangan global. Pendekatan SCL menempatkan mahasiswa sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran, mendorong mereka untuk berpikir kritis, kolaboratif, dan bertanggung jawab atas perkembangan akademiknya.

Ibu Dr. Nur Ducha selaku Koordinator Program Studi S1 Biosains Hewan menyampaikan bahwa melalui kombinasi metode pembelajaran aktif, proyek kolaboratif, praktikum, serta riset berbasis masalah nyata, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan konseptual tetapi juga keterampilan praktis dan sikap profesional yang dibutuhkan di dunia kerja dan akademik.
Dengan dukungan kurikulum yang dinamis dan lingkungan belajar yang inklusif, kami berupaya menciptakan pengalaman pendidikan yang memberdayakan mahasiswa untuk tumbuh menjadi ilmuwan, pendidik, maupun praktisi yang berkontribusi bagi kemajuan biosains hewan secara berkelanjutan. Editor : Adi Narator : Heni