Ketahanan pangan merupakan salah satu isu strategis dalam pembangunan nasional tercantum dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, terutama dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, pertumbuhan populasi, dan degradasi lingkungan. Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi perikanan dan kelautan yang sangat besar, sehingga perlu ada penguatan dalam bidang ilmu dan teknologi yang mendukung keberlanjutan sektor ini. Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sebagai institusi pendidikan tinggi berkomitmen untuk berkontribusi dalam penguatan ketahanan pangan melalui pendirian Prodi S1 Biosains Hewan di Fakultas Ketahanan Pangan. Dengan bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan pangan semakin meningkat. Prodi ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang mampu mengembangkan inovasi dalam produksi dan pengelolaan sumber daya pangan berbasis peningkatan populasi ternak unggul, sebagai penyedia protein hewani, baik berupa daging, susu, maupun telur. Pemenuhan kebutuhan protein hewani dapat terlaksana dengan peningkatan populasi ternak secara cepat dengan kualitas yang baik. Program Studi Biosains Hewan akan mempersiapkan tenaga-tenaga handal dan terampil untuk memenuhi kebutuhan industri hewan ternak komoditas pangan.
Program Studi S1 Biosains Hewan di Fakultas Ketahanan Pangan Unesa dirancang untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dalam bidang peternakan berbasis ilmu pengetahuan, rekayasa teknologi, wirausaha, kearifan lokal, dan berwawasan lingkungan. Biosains Hewan mengembangkan budidaya hewan-hewan ternak sebagai komoditas pangan melalui rekayasa teknologi, baik rekayasa pakan, rekayasa reproduksi, rekayasa hasil ternak, maupun rekayasa limbah hewan ternak yang memiliki nilai guna. Penerapan rekayasa dengan memadukan keilmuan masa kini, sehingga akan menghasilkan hewan ternak dengan kualitas yang unggul untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Implementasi rekayasa teknologi juga memperhatikan kearifan lokal dengan melakukan eksplorasi kekayaan alam sekitar yang dapat meningkatkan kualitas hewan ternak. Pengembangan budidaya hewan ternak komoditas pangan dilakukan efektif dan efisien dengan tetap memperhatikan kualitas lingkungan. Pembukaan Prodi Biosains Hewan akan memperkuat pendidikan, penelitian, pengembangan pengetahuan dan praktik nyata untuk membangun peternakan yang berbasis rekayasa dan berkaitan dengan prinsip keilmuan masa kini, berbasis kearifan lokal dan berwawasan lingkungan. Berbasis pada nilai dasar TANGKASREK, fakultas ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing tinggi, serta memiliki kepedulian terhadap pengelolaan sumber daya peternakan yang berkelanjutan.

Profil Program Studi S1 Biosains Hewan (Klik disini)