Tim KUSKUS Biosains Hewan Raih Juara 3 Nasional FETHOR 2026 Lewat Inovasi Pelet Ruminansia Berbasis Limbah Kulit Kopi
Surabaya, 21 Juni 2026. Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa melalui ajang kompetisi nasional Feed Technology Efficiency and Housing Revolution (FETHOR) 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya PSDKU Kediri. Tim KUSKUS, yang terdiri atas Maylani Kusuma Ayu dari Program Studi Biosains Hewan dan Nur Wijaya Kusuma dari Program Studi Kimia Universitas Negeri Surabaya, berhasil meraih Juara 3 berkat inovasi pakan ternak berbasis limbah agroindustri yang mendukung konsep circular economy. Dalam kompetisi yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia tersebut, Tim KUSKUS mengusung karya berjudul “Inovasi Pakan Pelet Ruminansia Berbasis Limbah Kulit Kopi (Coffea sp.) Terfermentasi di Bondowoso sebagai Upaya Circular Economy Agroindustri.” Inovasi ini menawarkan solusi pemanfaatan limbah kulit kopi yang selama ini kurang termanfaatkan menjadi pakan ternak berkualitas melalui teknologi Smart Solid State Fermentation (SSF) menggunakan konsorsium mikroba. Melalui proses fermentasi yang melibatkan mikroorganisme Trichoderma sp., Aspergillus niger, dan Lactobacillus plantarum, limbah kulit kopi diolah menjadi bahan pakan dengan nilai nutrisi yang lebih baik dan kandungan antinutrisi yang lebih rendah. Hasil fermentasi kemudian diformulasikan menjadi pelet pakan ruminansia yang tidak hanya meningkatkan kualitas pakan, tetapi juga mendukung pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan. Keunggulan inovasi ini terletak pada penerapan konsep ekonomi sirkular yang menghubungkan sektor perkebunan kopi dan peternakan. Limbah kulit kopi dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan, kemudian hasil samping peternakan berupa kotoran ternak dapat dikembalikan ke lahan sebagai pupuk organik bagi kebun kopi. Siklus ini menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara petani kopi dan peternak sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan. Menurut tim, inovasi tersebut berpotensi memberikan dampak ekonomi yang signifikan melalui penurunan biaya pakan serta peningkatan produktivitas ternak. Selain itu, pemanfaatan limbah kulit kopi juga dapat mengurangi volume limbah agroindustri yang selama ini menjadi permasalahan lingkungan di daerah sentra produksi kopi seperti Bondowoso. Keberhasilan meraih Juara 3 pada ajang FETHOR 2026 menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas disiplin ilmu mampu menghasilkan solusi inovatif bagi tantangan sektor pertanian dan peternakan. Perpaduan keilmuan Biosains Hewan dan Kimia yang dimiliki anggota Tim KUSKUS berhasil melahirkan gagasan yang aplikatif, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan peternakan modern. Prestasi ini sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kreativitas, memperkuat kolaborasi, dan berani berkompetisi di tingkat nasional. Semoga capaian Tim KUSKUS menjadi langkah awal menuju prestasi-prestasi yang lebih gemilang serta turut berkontribusi dalam pengembangan teknologi peternakan dan agroindustri berkelanjutan di Indonesia.
Narator: Heni
Editor : Tim Media Biosains Hewan
Narator: Heni
Editor : Tim Media Biosains Hewan