S1 Biosains Hewan UNESA Perkuat Kurikulum OBE melalui Benchmarking ke Fakultas Peternakan UGM
Surabaya, 21 Agustus 2026. Program Studi S1 Biosains Hewan, Fakultas Ketahanan Pangan Universitas Negeri Surabaya (UNESA), melaksanakan kegiatan benchmarking program studi ke Fakultas Ilmu dan Industri Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), pada Jumat, 21 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Program Studi S1 Biosains Hewan dalam memperkuat pengembangan kurikulum, pembelajaran berbasis capaian, penjaminan mutu, serta peningkatan kompetensi dan daya saing lulusan. Kegiatan benchmarking berfokus pada berbagai aspek pengembangan program studi, khususnya kurikulum berdampak, penguatan kegiatan mahasiswa, perkembangan riset mahasiswa, pengembangan soft skill, dukungan fasilitas laboratorium, pengembangan peminatan, kolaborasi akademik, serta program pertukaran mahasiswa. Aspek-aspek tersebut menjadi perhatian penting dalam membangun proses pendidikan yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa, dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, dan tuntutan industri. Dalam diskusi bersama Fakultas Ilmu dan Industri Peternakan UGM, dibahas pula penerapan Outcome-Based Education (OBE) dalam pengembangan kurikulum. UGM menerapkan pendekatan OBE dengan pengukuran yang berorientasi pada Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Pengembangan kurikulum juga didukung oleh sistem penjaminan mutu yang dilakukan secara rutin melalui SPMI serta evaluasi yang tidak hanya melibatkan mahasiswa, tetapi juga stakeholder. Salah satu bagian penting dari benchmarking adalah pembahasan mengenai Kurikulum 2026 Program Studi Ilmu dan Industri Peternakan UGM. Penyempurnaan kurikulum mempertimbangkan berbagai masukan, antara lain relevansi kurikulum, integrasi keilmuan, keterkaitan dengan SDGs dan karier, kompetensi lulusan, perkembangan isu dan teknologi, praktikum, serta pengalaman magang. Kerangka OBE yang diterapkan mencakup keterkaitan antara mata kuliah, CPL, CPMK, dan profil lulusan. Diskusi juga menyoroti inovasi dalam penyelenggaraan praktikum. UGM menerapkan model integrasi praktikum sehingga beberapa kegiatan praktikum dapat dilaksanakan secara terpadu. Model tersebut dirancang agar CPMK teori dan praktikum tetap memiliki karakteristik yang jelas serta berpotensi dikembangkan menjadi sertifikat kompetensi, sehingga dapat mengurangi tumpang tindih kegiatan pembelajaran dan meningkatkan pengakuan terhadap kompetensi mahasiswa.

Selain pengembangan kurikulum, kegiatan benchmarking membahas mobilitas mahasiswa dan pengalaman belajar di luar kampus melalui program MBKM, seperti student exchange, magang industri, dan kewirausahaan. Magang industri dapat dilaksanakan secara penuh selama satu semester dengan beban 20 SKS, sementara program kewirausahaan memiliki bobot 10 SKS. Aspek peminatan dan sertifikasi kompetensi juga menjadi bagian dari diskusi. Mahasiswa melakukan peminatan mulai semester 5 melalui pemilihan mata kuliah pilihan. Dalam pengembangan kompetensi, UGM juga memiliki skema sertifikasi, termasuk sertifikasi Juru Sembelih Halal (Juleha) yang didukung oleh kegiatan bimbingan teknis, mata kuliah, dan praktikum terkait. Melalui kegiatan benchmarking ini, Program Studi S1 Biosains Hewan Fakultas Ketahanan Pangan UNESA memperoleh berbagai wawasan mengenai praktik pengembangan kurikulum dan pengelolaan program studi yang dapat menjadi bahan refleksi dan pengembangan ke depan. Hasil benchmarking diharapkan dapat mendukung penyusunan kurikulum yang semakin relevan, adaptif, berbasis capaian pembelajaran, terintegrasi dengan kebutuhan industri, serta mendukung pengembangan kompetensi dan mobilitas mahasiswa. Kegiatan ini juga memperkuat pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri, khususnya dalam pengembangan program magang dan riset industri. Dengan demikian, benchmarking tidak hanya menjadi sarana berbagi praktik baik, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam membangun Program Studi S1 Biosains Hewan yang unggul, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan biosains hewan serta kebutuhan sektor peternakan dan pangan di masa depan.
Narator : Heni
Editor : Tim Media Biosains Hewan
Narator : Heni
Editor : Tim Media Biosains Hewan