Dosen Biosains Hewan UNESA Teliti Peningkatan Produktivitas Sapi Bali yang Dikawinkan dengan Sapi Jaliteng
Surabaya, 21 Agustus 2026 — Dosen Program Studi S1 Biosains Hewan, Fakultas Ketahanan Pangan, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Adi Tiya Warman, S.Pt., melaksanakan Sidang Tertutup Program Doktor Ilmu Peternakan di Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada Jumat, 21 Agustus 2026. Dalam sidang tersebut, Adi Tiya Warman mempresentasikan hasil penelitian disertasinya yang berjudul “Peningkatan Produktivitas Sapi Bali melalui Perkawinan dengan Sapi Jaliteng di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.” Penelitian ini mengangkat salah satu isu penting dalam pengembangan peternakan sapi potong nasional, khususnya optimalisasi produktivitas sapi Bali sebagai sumber daya genetik ternak lokal Indonesia. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dengan fokus pada evaluasi sistem produksi dan karakteristik produktivitas sapi Bali serta pengkajian potensi peningkatan produktivitas melalui perkawinan sapi Bali dengan sapi Jaliteng. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif strategi pemuliaan untuk meningkatkan performa ternak tanpa mengabaikan potensi genetik dan kemampuan adaptasi sapi Bali terhadap lingkungan tropis.
Sapi Bali memiliki keunggulan berupa kemampuan adaptasi yang baik, efisiensi pemanfaatan pakan, serta kemampuan reproduksi yang relatif tinggi. Namun, pengembangan produktivitasnya masih menghadapi berbagai tantangan pada tingkat peternakan rakyat. Oleh karena itu, penelitian mengenai pemanfaatan sapi Jaliteng sebagai pejantan dalam program perkawinan dengan sapi Bali menjadi penting untuk memperoleh informasi ilmiah mengenai dampaknya terhadap aspek reproduksi, pertumbuhan, dan produktivitas keturunan.
Hasil penelitian menunjukkan penggunaan semen sapi Jaliteng yang di IB pada sapi Bali mengasilkan service per conception yang lebih rendah dengan rata-rata 1,05 kali dan conception rate 95,50%. Disamping itu, pedet yang dihasilka juga memiliki ukuran tubuh signifikan lebih besar diantaranya penjang badan, tinggi gumba, lingkar dada, tingi pinggul, lebar pinggul, dan lebar kepala. Sehingga, hasil penelitian ini diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di bidang pemuliaan dan produksi ternak, tetapi juga dapat menjadi dasar dalam merumuskan strategi pengembangan sapi potong yang sesuai dengan kondisi peternakan rakyat. Pemanfaatan hasil penelitian secara tepat diharapkan mampu mendukung peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha peternakan sapi Bali di Indonesia.
Sidang tertutup ini menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan akademik Adi Tiya Warman untuk menyelesaikan pendidikan doktoralnya di bidang Ilmu Peternakan. Penelitian yang dilakukan juga memperkuat keterkaitan antara aktivitas akademik, penelitian, dan pengembangan keilmuan di Program Studi S1 Biosains Hewan UNESA.
Melalui capaian akademik tersebut, Program Studi S1 Biosains Hewan UNESA terus mendorong pengembangan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi akademik sekaligus mampu menghasilkan penelitian yang relevan, aplikatif, dan memberikan dampak nyata bagi pengembangan peternakan di Indonesia.
Selamat atas pelaksanaan Sidang Tertutup Program Doktor Ilmu Peternakan, Adi Tiya Warman, S.Pt. Semoga penelitian tentang peningkatan produktivitas sapi Bali melalui pemanfaatan sapi Jaliteng dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan ilmu peternakan dan pembangunan peternakan berkelanjutan.
Narator: Heni
Editor : Tim Media Biosains Hewan
Sapi Bali memiliki keunggulan berupa kemampuan adaptasi yang baik, efisiensi pemanfaatan pakan, serta kemampuan reproduksi yang relatif tinggi. Namun, pengembangan produktivitasnya masih menghadapi berbagai tantangan pada tingkat peternakan rakyat. Oleh karena itu, penelitian mengenai pemanfaatan sapi Jaliteng sebagai pejantan dalam program perkawinan dengan sapi Bali menjadi penting untuk memperoleh informasi ilmiah mengenai dampaknya terhadap aspek reproduksi, pertumbuhan, dan produktivitas keturunan.
Hasil penelitian menunjukkan penggunaan semen sapi Jaliteng yang di IB pada sapi Bali mengasilkan service per conception yang lebih rendah dengan rata-rata 1,05 kali dan conception rate 95,50%. Disamping itu, pedet yang dihasilka juga memiliki ukuran tubuh signifikan lebih besar diantaranya penjang badan, tinggi gumba, lingkar dada, tingi pinggul, lebar pinggul, dan lebar kepala. Sehingga, hasil penelitian ini diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di bidang pemuliaan dan produksi ternak, tetapi juga dapat menjadi dasar dalam merumuskan strategi pengembangan sapi potong yang sesuai dengan kondisi peternakan rakyat. Pemanfaatan hasil penelitian secara tepat diharapkan mampu mendukung peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha peternakan sapi Bali di Indonesia.
Sidang tertutup ini menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan akademik Adi Tiya Warman untuk menyelesaikan pendidikan doktoralnya di bidang Ilmu Peternakan. Penelitian yang dilakukan juga memperkuat keterkaitan antara aktivitas akademik, penelitian, dan pengembangan keilmuan di Program Studi S1 Biosains Hewan UNESA.
Melalui capaian akademik tersebut, Program Studi S1 Biosains Hewan UNESA terus mendorong pengembangan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi akademik sekaligus mampu menghasilkan penelitian yang relevan, aplikatif, dan memberikan dampak nyata bagi pengembangan peternakan di Indonesia.
Selamat atas pelaksanaan Sidang Tertutup Program Doktor Ilmu Peternakan, Adi Tiya Warman, S.Pt. Semoga penelitian tentang peningkatan produktivitas sapi Bali melalui pemanfaatan sapi Jaliteng dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan ilmu peternakan dan pembangunan peternakan berkelanjutan.
Narator: Heni
Editor : Tim Media Biosains Hewan